Ads (728x90)

  

 Cegah Kebakaran Sejak Dini, Damkar Pasaman Barat Latih Santri Ponpes ZAMIGA Hadapi Kondisi Darurat


PASAMAN BARAT, smartsumbar.com — Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pasaman Barat terus meningkatkan edukasi kepada pelajar dan santri terkait pencegahan serta penanganan dini bahaya kebakaran.


 

Program sosialisasi ini merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan sejak 2025. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pasaman Barat, Handoko, SE, MM, menyampaikan bahwa setiap tahunnya pihak Damkar mengunjungi sekitar 11 sekolah di wilayah Pasaman Barat.




Untuk tahun 2026, rangkaian kegiatan kembali digulirkan mulai Selasa (22/9/2026). Agenda diawali pada pagi hari di SMKN 1 Ranah Batahan, lalu dilanjutkan sore harinya di Pondok Pesantren ZAMIGA, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka.

Di Pondok Pesantren ZAMIGA, sosialisasi dan simulasi pencegahan serta penanganan dini kebakaran digelar di lingkungan pesantren dan diikuti secara penuh oleh para santri asrama.




Handoko menegaskan bahwa edukasi ke sekolah dan pesantren merupakan langkah strategis untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda mengenai bahaya kebakaran, upaya pencegahan, hingga penanganan darurat.

“Setiap tahun kami rutin menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah. Untuk tahun ini, kegiatan sudah dimulai sejak Selasa kemarin, diawali pagi hari di SMKN 1 Ranah Batahan dan sore harinya di Pesantren ZAMIGA,” ujar Handoko.

Disambut Baik Pihak Pesantren




Inisiatif tersebut mendapat apresiasi positif dari Ketua Yayasan YPPIT ZAMIGA, Irti Zamin, SS. Ia menilai sosialisasi ini amat krusial mengingat tingginya aktivitas santri di lingkungan pesantren.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Kasatpol PP dan Damkar beserta tim. Kegiatan ini menambah wawasan para santri dalam mengantisipasi dan mencegah bahaya kebakaran,” ungkap Irti Zamin.




Menurutnya, pemahaman mengenai tindakan darurat sangat penting karena selain belajar, para santri juga menetap di asrama sehingga aspek keselamatan bangunan dan diri harus selalu terjaga.

Dalam kegiatan ini, jajaran Satpol PP dan Damkar Pasaman Barat turun langsung mendampingi Kasatpol PP Handoko, SE, MM. Di antaranya Kabid Damkar Saripin, SE; Kasi PK Khairil Ikhwan; Danru Regu A Posko Simpang Empat Wen Wahyudi; beserta staf Damkar Iing Hidayat, Mardianto, Wahdini, dan Rifka DF; serta Hari R selaku pengemudi/personel Satpol PP.

Kebakaran Harus Dicegah Sejak Dini

Dalam paparannya, Handoko menekankan bahwa kebakaran bisa terjadi kapan saja. Oleh sebab itu, kewaspadaan dan langkah antisipasi harus dibiasakan sejak awal.

Ia menjelaskan bahwa standar pelayanan kebakaran telah diatur dalam Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota. Pelayanan tersebut mencakup pemadaman dan pengendalian kebakaran, penyelamatan serta evakuasi korban, hingga penyelamatan harta benda.




Tak hanya urusan api, Damkar juga menangani berbagai kondisi darurat non-kebakaran, seperti evakuasi banjir, penanganan sarang tawon, penangkapan hewan liar (biawak, ular, kucing), serta penyelamatan darurat lainnya.

Lebih lanjut, Handoko memaparkan segitiga api atau unsur dasar pembentukan api yang terdiri dari sumber panas, oksigen, dan bahan bakar.

Apabila salah satu unsur tersebut dihilangkan, maka proses pembakaran akan terhenti. Namun, pemadaman harus disesuaikan dengan jenis penyebab kebakaran. Media seperti air, pasir, karung goni basah, hingga Alat Pemadam Api Ringan (APAR) digunakan sesuai skenario lapangan.

“Api kecil jadi kawan, api besar jadi lawan. Kebakaran bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga langkah terbaik adalah mencegahnya,” tutur Handoko.




Tujuh Tips Mencegah Kebakaran

Guna memudahkan pemahaman, para santri dibekali tujuh tips sederhana untuk mencegah kebakaran:

  1. Matikan dan cabut peralatan elektronik dari stopkontak saat tidak digunakan.

  2. Jauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari sumber panas.

  3. Awasi penggunaan kompor dan pastikan sudah padam sebelum ditinggalkan atau tidur.

  4. Hindari merokok di dalam ruangan atau di area yang rawan terbakar.

  5. Sediakan alat pemadam seperti APAR di lokasi yang mudah dijangkau.

  6. Periksa instalasi listrik secara berkala dan pastikan kondisinya aman.

  7. Pastikan keamanan rumah atau bangunan sebelum ditinggalkan.

Simulasi Penanganan Kebakaran

Usai penyampaian teori, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi praktis di halaman Pondok Pesantren ZAMIGA. Tim Damkar memperagakan teknik penanganan kebocoran gas LPG dan kebakaran pada peralatan memasak.

Santri diajarkan cara memadamkan api akibat kebocoran gas secara tenang dengan memutus sumber gas jika kondisi aman. Selain itu, ditunjukkan pula teknik memadamkan api pada kuali atau kompor menggunakan kain/handuk basah untuk menghentikan pasokan oksigen.

Para santri juga dibekali prinsip dasar keselamatan:

  • Tetap tenang dan tidak panik.

  • Gunakan APAR jika api masih kecil dan terkendali.

  • Apabila terjadi korsleting listrik, putus aliran listrik utama jika memungkinkan.

  • Jika api membesar, segera evakuasi diri dan jangan kembali ke dalam bangunan hanya untuk mengambil barang.

  • Hindari paparan asap tebal dan menuju ke titik kumpul yang aman, lalu segera hubungi petugas Damkar Pasaman Barat.

Para santri asrama ZAMIGA mengikuti simulasi ini dengan penuh antusias. Melalui edukasi berkelanjutan ini, Satpol PP dan Damkar Pasaman Barat berharap kesiapsiagaan dan kesadaran keselamatan kebakaran di kalangan pelajar dan santri terus meningkat.

“Jangan panik, utamakan keselamatan diri, dan segera minta bantuan jika api tidak dapat dikendalikan,” pungkas Handoko.**** irz

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama